The Dance of Eternity

My Photo
Name: Lee
Location: The Jak, Indonesia

Monday, March 30, 2009

Masyarakat Indonesia yang Kurang Hiburan

Baru- baru ini telah terjadi musibah di Situ Gintung, dimana sebuah tanggul jebol dan menggilas pemukiman di sekitarnya kayak tsunami versi kecil. Turut berduka buat para korbannya. Tapi kali ini gue bukan mau membicarakan masalah musibah itu. Gue mau membicarakan tentang masyarakat Indonesia yang kurang hiburan.
Apa hubungan antara hiburan dengan musibah itu? Kalo lo lihat di TV, setelah kejadian bencana itu banyak banget warga yang datang ke area bencana buat lihat-lihat atau nonton. Bahkan di koran gue baca, sampai ada keributan antara warga yang mau masuk ke situ sama pihak penjaga dari ormas.
Pada ngapain sih orang-orang pada ke situ? Udah jelas itu daerah bencana, banyak yang sengsara, banyak korban yang belum ditemukan jasadnya. Kok pada malah main-main ke situ? Emangnya itu area wisata?... Gue ngga habis pikir ama orang-orang kayak gitu. Apakah mereka sudah benar-benar haus akan hiburan atau bagaimana? Sampai wilayah bencana ditonton juga.
Ngga hanya bencana, di jalanan pun juga gitu. Kalau misalnya ada yang kecelakaan atau ada orang yang ribut karena serempetan, pasti banyak deh yang berhenti buat nonton. Mending kalo ikut nengahin atau nolongin, yang ada cuma liaaattt aja ga ngapa-ngapain. Bukannya bantu malah bikin jalanan jadi tambah macet.
Ngga hanya sampai disitu, di daerah pasar rumput gue pernah lihat lebih aneh lagi. Waktu itu kali manggarai kan lagi diuruk sampahnya pake ekskavator. Nah itu juga banyak yang berhenti di pinggir jalan buat nonton orang nguruk sampah. Ngapain coba? Kayak orang baru turun gunung aja, sampai nguruk sampah pun ditonton...
Benar-benar, masyarakat Indonesia sepertinya memang kekurangan hiburan.

Saturday, March 21, 2009

Buaya dan “Kesepian”

Beuhhh baru kali ini gue ke bioskop dan penontonnya cuma kisaran 30 orang aja kali. Apa karena mungkin bioskopnya baru dibuka sehingga belum banyak yang tahu, atau filmnya emang jelek? Coba aja bayangin, di deretan paling belakang/atas cuma ada gue seorang.

Emang sih, film "ROGUE" yang gue tonton barusan ceritanya biasa aja dan cenderung sederhana. Sebagai penikmat film monster, dalam hal ini buaya raksasa, Lake Placid masih jauh lebih bagus daripada Rogue. Di Lake Placid, unsur kejutannya lebih banyak dan buayanya lebih banyak ditongolin. Yah walaupun biasa aja, setidaknya bisa mengisi malam yang sepi ini.

Saturday, March 14, 2009

Ujicoba Pejaten Village XXI

Tadi abis ujicoba nonton di XXI Pejaten Village. Bagus dan masih sepi. Harganya juga murah, cuma 25 rb. Tapi katanya penjaganya, 25 rb itu masih dalam masa promosi aja, yang ga tau sampe kapan promosinya berlangsung. Dari interiornya mewah, mungkin karena masih baru kali ya.

Disitu gue ketemu dan duduk sebelahan ama orang yang kayaknya sekelas ama gue waktu SMP. Tapi berhubung orangnya annoying banget, gue jadi males untuk ngobrol lebih lanjut dan lebih memilih untuk pura-pura ga kenal aja. Untung aja bangku di sebelah gue kosong, jadinya bisa ada alasan untuk geser. Mana bangku di bioskop itu handrest-nya dempet banget. Cocok buat yang lagi pacaran kali ya.

Friday, March 13, 2009

Leverage & iPhone 3G

Ada dua hal yang ingin gue angkat di posting kali ini. Yang pertama adalah habisnya season 1 dari serial Leverage. Yang kedua adalah mengenai iPhone.

Leverage, serial bikinan TNT itu akhirnya menyelesaikan season pertamanya dengan 13 episode. Katanya sih bakal dilanjutkan lagi pas summer tahun ini atau kira-kira bulan Mei. Ya, itu artinya untuk beberapa bulan ini gue ga bakal bisa lihat senyumnya Parker yang lucu itu. Dari ending-nya sih, kayaknya kelima orang itu bakal kumpul lagi di season berikutnya. Tapi kira-kira siapa ya musuh utamanya? Secara si Nate udah berhasil balas dendam ke mantan pimpinannya di perusahaan asuransi itu. Semoga aja lanjutannya bakal sama kerennya.

iPhone…..Hmmmm perangkat yang satu ini memang betul-betul menggoda. Dua bulan penantian akhirnya pupus juga karena harganya yang nggak masuk akal. Coba aja bayangin, buat pengguna pra bayar, iPhone 3G 8GB kudu ditebus seharga 9,6 juta!!! Gila bener itu Telkomsel, benar-benar memanfaatkan situasi. Padahal di US sana harga sebenarnya Cuma $199 atau bila dirupiahkan dengan kurs 12200, jadi kira-kira 2,5 jutaan. Plus bea masuk, pajak, pungli sana-sini..yah anggap aja paling mahal 4 jutaan. Nah ini bisa sampe 9,6 juta…..sinting tuh orang Telkomsel.

Tuesday, March 10, 2009

Lamb of God @ JAKARTA

Akhirnya…………………..

Lamb of God konser juga di Jakarta. Begitu tahu mereka konser bulan Maret, di minggu pertama gue udah langsung beli tiketnya. Dan akhirnya emang ga nyesel. Puas sekali gue nonton aksi mereka, walaupun cuma di tribun yang ternyata aneh juga rasanya nonton konser metal sambil duduk trus headbanging.

Total mereka ngebawain 15 lagu dengan urutan Hourglass, Laid to Rest, Walk with me in hell, Pathetic, Set to Fail, Ruin, Now you've got something to die for, Descending, Fake Messiah, Blacken the cursed Sun, Dead Seeds, Omerta, Vigil, Redneck, dan terakhir Black Label. Konser berlangsung aman tenteram ga ada insiden apa-apa, semuanya berjalan lancar walaupun hujan deres banget.

Cuma ada satu hal yang bikin gue kesel sampe sekarang, yaitu dari cara promotornya (SOLUCITE) berpromosi. Di website mereka tertulis "Bagi die hard fans Lamb of God, Solucites akan menyedikan t-shirt yang SANGAT TERBATAS dan DITANDATANGANI oleh SEMUA personel Lamb of God . Jika kamu menginginkan t-shirt tersebut , kamu harus membeli tiket konser Lamb of God , dan jika beruntung, kamu akan menjadi salah seorang diantara 25 fans yang beruntung mendapatkannya … termasuk MEET AND GREET dengan Lamb of God." Nah sampai tulisan ini gue buat, di website mereka ga ada tuh yang namanya pengumuman siapa yang menang dan bagaimana prosedur sayembaranya. Itu dia yang bikin gue sebel. Padahal jam 12 siang gue ngambil tiket di Ibu Dibyo, sementara Meet n Greet-nya jam 15 di Mario's Place yang notabene cuma 50 meter dari Ibu Dibyo. Website-nya udah gue pantengin terus ama milis i-rock….eh tau-tau acaranya udah kelar. Katanya sih yang 25 orang itu "first come first serve". Ya tapi tau darimana kalo itu first come first serve, kalo pemberitahuannya aja ga ada…

ah sudah lah, biarpun begitu gue tetap mengucapkan terima kasih ama SOLUCITE yang udah mengusahakan Lamb of God konser di Indonesia. Moga-moga konser berikutnya adalah konser band yang gue suka….. from progressive metal Maybe??


Foto ini gue ambil dari website SOLUCITE, credit goes to the photographer

Tuesday, March 03, 2009

Are YOU There?

Barusan gue meninabobokan keponakan gue yang masih berumur 7 bulan. Dia nangis minta susu. Untunglah kami adalah keluarga yang hidup berkecukupan, walaupun tidak hidup berlebihan. Ibunya selalu menyediakan sekaleng susu formula yang siap diminum kapan saja, dan bisa dibeli kapan saja.

Sewaktu dia menangis menunggu susunya datang, gue langsung teringat dengan bocah-bocah di pinggir jalan atau yang hidup menggelandang. Seandainya mereka menangis, apa yang bisa diberikan oleh ibu mereka? Boro-boro membeli susu, untuk makan tiap hari saja sudah serba kekurangan. Entah ibu mereka hanya memberikan sebotol air putih saja, atau bahkan dininabobokan sampai si bayi terdiam tanpa diberi apa-apa.

Katanya Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Pemurah. Tapi kenapa Tuhan membiarkan bocah-bocah yang tidak tahu apa-apa itu merana? Kenapa mereka harus menjalani hidup yang tidak ada indahnya sama sekali. Kalau memang mereka akan hidup merana, kenapa mereka harus dilahirkan? Are YOU really there GOD ??

Sunday, March 01, 2009

Leverage

Setelah Heroes, Smallvile, dan The Big Bang Theory, kali ini gue lagi kesengsem ama serial baru yang judulnya Leverage. Seoarang teman di kantor merekomendasikan sekaligus men-download-nya, jadi kayaknya bisa ngikutin terus tiap episodenya.

Leverage ini kisahnya hampir mirip dengan Ocean Eleven. Kemiripannya ada di kisah mengumpulkan para ahli-ahli untuk disatukan sebagai sebuah tim. Ada yang ahli berantem, ahli nyolong, ahli komputer, ahli nyamar dan sebagainya. Nah perbedaannya, jika di Ocean Eleven itu berfokus untuk ngerampok sebuah kasino, maka di Leverage mereka berfokus menolong orang-orang yang udah ga bisa ditolong lagi sama hukum yang ada.

Secara overall ceritanya cukup menarik, cuma ada satu hal yang bikin gue rada ga puas. Salah satu karakternya, Hardison yang jago komputer, kemampuan komputernya terlalu mengada-ada. Sebagai orang yang tiap hari bergaul dengan komputer, tentu gue sangsi apa iya ada teknologi sehebat yang bisa dilakukan oleh Hardison. Tapi ada satu hal juga yang bikin gue puas. Ada karakter yang namanya Parker, diperankan oleh Beth Riesgraf. Damnnnnn she is soooooo cute. Apalagi kalo lagi ngambek…duh makk lucu banget..

free html visitor counters
hit counter